Beranda Terkini Mahasiswa USK Berhasil Raih Juara 1 pada MICE ON PH 3RD 2025

Mahasiswa USK Berhasil Raih Juara 1 pada MICE ON PH 3RD 2025

BERBAGI
Foto Bersama Tim yang menjuarai Kompetisi Nasional MICE ON PH 3RD 2025. 9/05/2025. (Dok. Pribadi)

Amirah Nurlija Zabrina & Nasywa Nayyara Tsany | DETaK

Darussalam-Mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) sukses meraih juara 1 pada kompetisi debat Nasional MICE ON PH 3RD 2025 yang diselenggarakan oleh Universitas Teuku Umar (UTU) pada 5 hingga 9 Mei 2024. Mahasiswa tersebut merupakan perwakilan dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Debating Union of Syiah Kuala (DUSK).

Kompetisi ini diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Ilmu Kesehatan (Himakesmas) UTU dengan mengusung tema “Konsistensi Mahasiswa sebagai pejuang di Era Digitalisasi Guna Membangun Indonesia Sehat Melalui Lensa SDG’s Pada Peran Mahasiswa di tengah Modernisasi Era Teknologi 5.0”

Iklan Souvenir DETaK

Tim terdiri dari Muhammad Aulia dari program studi Psikologi sebagai ketua, dengan dua anggota lainnya yakni Shabira dan Dista Shahira dari program studi Ilmu Hukum. Mereka menggunakan metode khusus yang berfokus pada pencarian isu-isu kesehatan terkini yang kemudian diolah menjadi data kemudian juga dengan literatur dari internet untuk memperdalam penguasaan materi. Selain itu, kemampuan debat pelatihan intensif juga telah diberikan oleh UKM DUSK.

“Metode khusus kami lebih kepada mencari isu terkini  terkait kesehatan terus kami buatkan di data kami dengan literatur. Kami juga baca-baca dari internet untuk penguasaan materi, kalau latihan memang sudah dilatih intens dari UKM DUSK,” ucap Muhammad Aulia.

Lebih lanjut Aulia menjelaskan bahwa tantangan yang mereka hadapi yakni memiliki latar belakang non-kesehatan sehingga proses pembelajaran harus dilakukan secara intensif kemudian pendanaan juga menjadi hambatan namun berkat dukungan dari UKM DUSK mereka akhirnya berhasil meraih kemenangan.

“Kalau untuk tantangannya sih karena itu kami enggak punya background dari kesehatan, makanya itu yang tantangan banget ini jadinya belajarnya perlu intens. Tantangan lainnya yaitu pendanaan namun untungnya pihak DUSK sangat support jadinya mereka meminjamkan uang dan alhamdulillah menang,” jelasnya.

Aulia juga memberi pesan kepada mahasiswa bahwa dengan berusaha yang sungguh-sungguh, jalan menuju keberhasilan pasti akan terbuka. Mereka menekankan bahwa saat pertama kali bergabung mereka bukan siapa-siapa namun melalui pelatihan, pembelajaran, dan kemauan untuk berusaha, kemampuan dan bakat terbentuk.

“Karena kalau udah berusaha pasti bakal ada jalannya, pasti bakal bisa juga pada akhirnya. Ya dulu kami juga pas join DUSK itu bukan siapa siapa. Kami mengerti dilatih, diajarin, belajar dan yang penting mau berusaha pasti bakal bisa dan berkarya juga pasti bakal muncul dan terbentuk,” pesannya.

Editor: Khalisha Munabirah