Siti Khumairoh [AM] | DETaK
Darussalam-Kabut asap yang menyelimuti Banda Aceh belum membuat harga masker melonjak di kawasan Darussalam. Di salah satu toko obat, masker tetap dijual Rp2.000 per lembar, sementara seorang mahasiswa mengaku kini memakai lebih banyak masker dalam sehari.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan kabut asap di Aceh merupakan kiriman dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatra dan Kalimantan. Sementara itu, jarak pandang di wilayah SIM Banda Aceh tercatat 3.500 meter pada Jumat (16/10/2026). Pemerintah Kota Banda Aceh pun mengimbau warga menggunakan masker yang sesuai bila harus beraktivitas di luar ruangan.

Kia, penjaga toko obat yang juga menjual alat praktikum untuk mahasiswa, mengatakan bahwa harga masker saat ini masih sama seperti sebelum kabut asap muncul. Satu pack masker dihargai sekitar Rp18.000 hingga Rp20.000. Stok masker juga masih aman, dan pembeli tidak berubah dibandingkan sebelum kabut asap.
“Untuk harga masker masih sama, begitu juga stoknya, karena yang beli kebanyakan mahasiswa,” kata Kia.
Dari sisi pembeli, Safinatun Naja, mahasiswa Farmasi Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes Aceh, mengaku membeli masker karena kabut asap yang menurutnya masih cukup tebal. Mahasiswa berusia 19 tahun itu membeli masker jenis duckbill per kotak untuk memenuhi kebutuhan praktikum. Jarak rumahnya yang cukup jauh dari kampus juga membuatnya merasa perlu melindungi diri dari kabut asap, debu, dan polusi.
Safinatun mengatakan bahwa kebutuhan maskernya meningkat. Jika sebelumnya ia menggunakan dua masker sehari, kini ia membutuhkan tiga masker sehari. Ia menilai kondisi tersebut cukup meresahkan.
“Sekarang masker yang dipakai per harinya bertambah, pastinya ya, karena akhir-akhir ini aku lihat juga tidak cuma dari kalangan nakes atau sebagainya, tapi orang-orang di jalan juga sudah lumayan ramai, apalagi dari kalangan siswa. Pemerintah juga sudah mengeluarkan edaran untuk pemakaian masker di lingkungan sekolah,” ujarnya.
Safinatun juga mengatakan harga masker di sejumlah apotek dan toko obat lain yang biasa dikunjungi bervariasi, tergantung jenisnya. Masker medis empat lapis berkisar Rp20.000-an, sedangkan masker medis jenis duckbill lebih mahal, yakni sekitar Rp90.000 per kotak.
Di tengah kondisi tersebut, Safinatun berharap masyarakat dapat kembali menikmati udara bersih.
“Yang pertama pastinya udara yang bersih tanpa adanya suatu kendala yang dapat menyebabkan gangguan sistem pernapasan, ya. Menurut aku, ini kunci dari kehidupan selama masa kabut,” katanya.[]
Editor: Zalifa Naiwa Belleil










