Artikel | DETaK
Bukber atau berbuka bersama merupakan salah satu agenda wajib selama bulan suci Ramadhan. Bahkan sebelum masuk bulan Ramadhan pun banyak dari kita yang sudah diteror duluan dengan rencana-rencana bukber. Baik bukber bersama teman-teman lama, teman-teman kuliah, teman-teman organisasi, teman-teman kerja, maupun bukber bersama keluarga.
Bukber bukan hanya sekedar tentang berbuka puasa bersama ataupun berdebat menentukan tempat dan waktu, seperti yang biasa kita alami. Akan tetapi, bukber memiliki banyak sekali arti. Karena melalui bukber banyak hal-hal istimewa yang sebelumnya sangat sulit dilakukan dapat dengan cepat diwujudkan. Seakan-akan Ramadhan tidak akan sah jika tidak ada jadwal bukber di dalamnya. Ataupun organisasi tidak akan dinilai keren kalau tidak ada rencana bukber di agenda tahunannya.

Berikut adalah beberapa arti bukber yang tidak hanya sekedar ‘berbuka bersama’.
1. Mendekatkan yang jauh
Banyak dari kita yang memanfaatkan agenda bukber agar dapat bertemu dengan orang-orang atau kerabat-kerabat yang sebelumnya jarang atau sulit untuk bertemu. Bukber menjadi rangka dan alasan yang tepat agar setiap orang dapat sama-sama menyisihkan waktu untuk berkumpul dan kembali mempererat hubungan yang mulai renggang tersebut.
2. Yang dekat semakin erat
Bertemu ketika bukber membuat hubungan pertemanan menjadi semakin dekat dan hangat. Bahkan circle-circle pertemanan kita sekarang ini dinilai tidak akan sah kalau tidak ada agenda bukbernya. Seakan pertemanan yang tidak ada bukber kurang spesial dan terkesan memiliki hubungan yang biasa-biasa saja. Semakin dekat suatu hubungan, pasti akan ada diskusi rencana untuk menentukan jadwal dan lokasi bukber.
3. Reunian
Bagi mahasiswa atau orang-orang yang sudah tamat suatu pendidikan, bukber sama artinya dengan reunian. Bukber bukan hanya sekedar berbuka bersama, tetapi juga menjadi tempat dan saat untuk mengenang cerita-cerita lama, mengungkit kisah-kisah lucu ketika masih di sekolah, berbagi pengalaman dan pencapaian terbaru, dan akhirnya memperat hubungan yang mulai putus. Sehingga bukber dapat diartikan juga sebagai reunian khusus di bulan Ramadhan.
4. Sarana interaksi positif
Interaksi positif dapat memberikan asupan yang baik bagi kesehatan mental. Melalui bukber kita dapat berinteraksi dengan banyak orang. Interaksi tersebut memungkinkan munculnya rasa bahagia dan merasa memiliki banyak sekali teman sehingga tidak mudah merasa kesepian. Hal tersebut merupakan salah satu interaksi positif yang memberikan asupan yang baik bagi mental kita.
Bukber tidak hanya sekedar berbuka puasa bersama, tetapi melalui bukber juga kita dapat menjaga tali silaturahmi. Menjaga tali silaturrahmi merupakan salah satu bukti keimanan kita kepada Allah dan hari akhir. Hal ini sesuai dengan hadis riwayat Abu Hurairah ra. yang berbunyi, “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia menyambung tali silaturrahmi”. []
Penulis bernama Ahlul Aqdi, mahasiswa Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Syiah Kuala. Ia juga merupakan salah satu anggota di UKM Pers DETaK.
Editor: Muhammad Abdul Hidayat










